COVID-19 XPERIENCE #3 : Pentingnya Memakai Baju yang Rapi Walaupun (Hanya) di Kelas Online

Siapa disini yang mempunyai anak toddler yang sedang mengenyam pendidikan usia dini di masa pandemi? Sudah semakin terasa challenging-nya kah selama hampir 1 tahun ini? Hang in there, we are still in the same page, probably in the same pace.


Anak yang umurnya sudah lebih dewasa saja masih harus struggle menjalani sekolah jarak jauh atau sekolah online ini, apalagi untuk anak dibawah 5 tahun yang jiwanya masih haus akan eksplorasi dan butuh banyak ruang untuk bersosialisasi serta berinteraksi. Again, hang in there, we are still in the same page, probably in the same pace.


Saya pribadi selalu membiasakan Avicenna untuk memakai baju yang rapi selayaknya di kelas biasa. Saya menerapkan hal ini sebagai bagian dari edukasi dan penerapan kedisiplinan sedari dini. Terkesan berat ya kalimatnya? Tapi, sebenarnya ini juga menjadi salah satu tips & trick saya agar Avicenna tetap merasakan suasana belajar sesungguhnya walaupun (hanya) di kelas online, bukan hanya sekedar mengisi waktu luang. Karena kebetulan juga di sekolah Avicenna untuk seumuran dia masih belum menggunakan seragam.



Misalnya hari Jumat kemarin, saya sengaja pakaikan batik karena biasanya memang di kelas dulu setiap hari Jumat saya selalu pakaikan batik atau baju koko ke Avicenna. Begitu pun hari-hari lainnya. Seingat saya, belum pernah sekali pun Avicenna masih mengenakan piyama atau memakai baju untuk bermain dirumah pada sekolah online.



Disamping itu, saya ada beberapa tips & trick lain dalam mendampingi Avicenna sekolah online. Dan menurut saya ini dapat menjadi cara untuk menaikkan mood serta semangat untuk anak kita menjalani sekolah online.

  • Membiasakan bangun di pagi hari adalah step kedisiplinan yang harus kita bangun pada anak sedini mungkin. Bangun di pagi hari juga memungkinkan untuk anak memiliki banyak waktu yang cukup untuk melakukan aktifitas lebih awal, seperti bermain. Biasanya saya juga mengajak Avicenna ke teras untuk menghirup udara pagi. It feels refreshing!

  • Mandi di pagi hari sebelum sekolah online dimulai tentu saja akan lebih fresh, segar dan bersemangat dibandingkan tidak mandi. Saya pernah membaca di salah satu artikel kalau mandi dengan air dingin, maka oksigen akan dapat mengalir dengan lancar keseluruh tubuh. Sehingga, kebutuhan oksigen terpenuhi dan membuat tingkat stress berkurang. Namun, tentu saja kalau musim hujan seperti ini saya prefer memandikan Avicenna dengan air hangat hehe...

  • Sarapan sebelum sekolah online dimulai tidak kalah penting dan menjadi salah satu yang utama dilakukan. Kenapa? Karena ketika bangun di pagi hari, sebagian besar energi dalam bentuk glukosa dan glikogen telah habis terkuras oleh aktfitas di hari sebelumnya. Padahal glukosa adalah bahan bakar yang dibutuhkan oleh otak. Tanpa glukosa yang cukup, tentu saja akan merasa cepat lelah dan mata berkunang-kunang, sehingga mengurangi fokus anak. Selain itu, sarapan memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Seperti beberapa artikel yang saya baca jika gizi hariannya terpenuhi, maka pertumbuhan tinggi badan anak akan sesuai dengan usianya.

  • Hindari sekolah online di tempat tidur atau sambil tidur-tiduran apabila tidak sakit untuk mengindari munculnya rasa malas saat kelas online berlangsung. Ini juga salah satu hal yang berpengaruh terhadap minat belajar Avicenna. Pada saat pertama kali melaksanakan sekolah online, Avicenna masih belum bisa fokus lari sana lari sini. Tapi, salah satu teman saya, Keisha, menyarankan untuk membuat spot belajar khusus untuk anak kita sekolah online. Jadilah saya dan suami make over kamar Avicenna sedemikian mungkin agar dia merasa nyaman untuk belajar. Dan yang paling penting adalah dia sudah paham bahwa spot tersebut adalah tempat untuk dia belajar. Thank you advise-nya, Kei!


Last but not least, membangun kebiasaan baik itu memang dibutuhkan proses. Bukan hanya untuk anak, tapi untuk kita juga sebagai orangtua. Karena konsistensi dan komitmen yang kita tunjukkan kepada mereka secara terus menerus yang akan membangun kepercayaan diri mereka untuk terus menjalani kebiasaan yang sudah kita tanamkan.


(Again and again) , hang in there, we are still in the same page, probably in the same pace. Tetap positif dalam mendampingi anak kita sekolah online. Cheers!

43 views