Candu Drama Korea

Sedari dulu tiap kali ditanya tentang series favorit, pasti saya akan selalu menjawab Gossip Girl. Karena sejujurnya, saya memang tidak terlalu mengikuti series lainnya. Menurut saya, menonton series akan menjadi bukan hanya suatu candu yang memiliki kesulitan ketika ingin berhenti, namun juga ketika sudah terlanjur berhenti, memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih effort untuk melanjutkan episode-episode yang tertinggal. Contohnya ketika tahun 2016 sewaktu hamil Avicenna, saya mengikuti series dari awal Agent of S.H.I.E.L.D, tapi karena saya sambil menyelesaikan thesis S2 dan tidak lama kemudian saya melahirkan, lama-lama saya ketinggalan season-season terbarunya yang lambat laun sukses membuat saya totally stop mengikuti series Agent of S.H.I.E.L.D. Again, bukan karena series-nya yang tidak bagus, tapi ketika sudah terlanjur tidak mengikuti episode-nya, sulit sekali untuk memulai kembali,


Drama Korea adalah hal yang sangat asing untuk saya. Bukan karena ada jokes kalau pecinta drakor - istilah untuk drama Korea lovers - akan termarjinalkan karena ketahuan nonton drama Korea, tapi lebih kepada opini saya tentang bagaimana susahnya me-manage waktu untuk menonton series yang pasti punya banyak episode, bahkan season.



Pertengahan Februari lalu, berawal ketika di Instagram Story saya banyak sekali yang shared tentang drama Korea Crash Landing on You (CLOY) dan seketika saya merasa menjadi alien karena gagal paham sama apa yang teman-teman saya posted, akhirnya saya iseng coba lihat trailer-nya di Netflix dan kemudian berlanjut nonton episode per episodenya.


Karena tidak puas hanya menonton satu episode per harinya, tanpa saya sadari saya langsung menonton beberapa episode sekaligus dengan menyempatkan waktu di tengah apapun kegiatannya. Contohnya, ketika di taksi mau berangkat atau pulang kantor, ketika menyiapkan sarapan Avicenna dan Irvan, bahkan yang lebih parah dan lagi-lagi saya tidak sadari adalah ketika mau tidur yang berujung kaget karena tiba-tiba sudah Subuh. Crazy! Saya literally berubah jadi alien zombie karena kurang tidur. I have no idea, but this is called addictive. I am addictive of Korean series, that's my honest confession.


Heran dengan apa yang terjadi, saya akhirnya dengan malu-malu cerita ke beberapa sahabat saya. Lalu mereka tertawa ngakak! Bagi yang mengenal saya dengan dekat, I am that stiff. Bahkan, mereka kompak berkata, "Welcome to the club, Dinc!" Dan sampai pada saat kalian baca posting ini, masih banyak sekali teman-teman saya yang DM dengan baiknya untuk merekomendasikan drama Korea lainnnya. Such a sweet!


Walaupun saya masih asing dengan nama aktor atau aktris Korea, seperti Hyun Bin - itupun awalnya gak engeh kalau dia aktor utama CLOY dan sebegitu terkenalnya di Korea - namun akhirnya saya memiliki penilaian tersendiri terhadap cukup menarik tentang drama Korea beserta dengan pernak perniknya, yaitu:

  1. Alur Cerita. Kalau boleh dibuat perbandingan dengan sinetron di Indonesia yang sometimes jalan ceritanya kurang strong, drama Korea berhasil memberikan angin segar untuk penikmatnya. Alur yang mengharu biru, sehingga menimbulkan rasa curious pada penonton untuk tetap menantikan episode-episode selanjutnya. Saya rasa penulis cerita serta director-nya cerdas sekali dalam hal ini. Terbukti banyak review yang saya baca tentang harapan pasangan yang ada di dalam drama tersebut menjadi pasangan sesungguhnya di dunia nyata, bahkan yang lebih keren lagi, banyak juga yang memfantasikan jalan ceritanya lebih lanjut, padahal episodenya sudah selesai.

  2. Judul Drama. Penilaian saya juga tidak luput dari ini. Bagi saya, pemilihan judul drama Korea sangat baik karena berhasil membuat penasaran para penontonnya, bahkan sebelum drama tersebut di produksi. Dan, biasanya judul dari drama tersebut memang mengasosiasikan ceritanya, tanpa keluar dari alurnya.

  3. Message dan Moral. Tentu saja ini ada di setiap film atau drama. Tapi, di catatan khusus saya untuk drama Korea adalah alur cerita yang realistis dengan pesan dan moral yang tergambarkan tidak tidak terkesan menggurui.

  4. Pemilihan lokasi syuting. Ah, ini dia hal yang paling saya suka dari drama Korea. Seperti sudah memiliki riset yang sangat baik dalam pra-produksi tentang pemilihan lokasi syuting yang tidak pernah luput menyajikan pemandangan yang indah, namun tetap sesuai dengan alur ceritanya. Pengambilan angle dan cinematography yang baik pada lokasi tersebut juga menjadi nilai plus! Bahkan, saya memiliki experience sendiri untuk hal ini. Long story short, pada tahun 2016 lalu untuk pertama kalinya saya ke Nami Island, South Korea. Jujur, sebelumnya saya tidak tahu apa itu Nami Island dan cukup bingung kenapa antriannya panjang sekali sewaktu mau naik ferry-nya. Menginjakkan kaki di pulau tersebut, saya terpukau oleh banyaknya pohon-pohon yang tinggi dan pemandangan yang indah. Ternyata, Nami Island adalah lokasi syuting Winter Sonata - yang sampai saat tulisan ini posting saya belum pernah nonton - karena drama Korea ini akhirnya menjadikan Pulau tersebut yang awalnya tidak banyak dikenal banyak orang, akhirnya saat ini menjadi salah satu tempat wajib berkunjung di Korea Selatan. Another point plus karena menjadi dampak yang sangat positif bagi negara Korea.

  5. Scoring musik. Sepertinya pembuatan scoring musik juga digarap cukup serius. Original soundtrack dari drama Korea, walaupun saya tidak paham bahasanya, namun dirasa sangat tepat sekali dengan suasana dari scene. Dan, tidak jarang original soundtrack tersebut juga dinyanyikan oleh K-Pop terkenal sebagai value added. Jadi, sometimes original soundtrack tersebut sama populernya dengan dramanya.

  6. Fashion. This is also relate. Apalagi fashion Korea juga sangat diminati oleh orang Indonesia. Jadi, sangat mudah melihat penonton mengikuti trend fashion dari drama Korea tersebut. Baik laki-laki tau perempuan, fashion style drama Korea cukup diminati, mulai dari feminine, masculine atau edgy style.

  7. Last but no least, episode dan rating. Hal yang menarik dari drama Korea, episode dari tiap drama biasanya tidak lebih dari 20. Kalau pun ada, mungkin hanya beberapa. Hal tersebut saya rasa untuk menjaga alur cerita agar tidak kemana-mana. Mau ratingnya tinggi atau rendah, jumlah episode tetap stick. Ini menjadikan drama Korea memiliki alur cerita yang sistematis dan solid, tidak bertele-tele, I must say. That's why I suggest, kalau menonton drama Korea baiknya tidak ketinggalan episode-episode yang ada, karena dalam satu episode saja kita akan menemukan banyak cases yang menggiring cerita menjadi sedemikian rupa.


Nami Island Manifesto
Nami Island Most Fav Spot

Jadi, saya menyarankan untuk para pecinta film, baik itu series atau movie, untuk menonton drama Korea. Mungkin ini juga dapat menjadi referensi lebih kepada para pembuat sinetron di Indonesia untuk menghadirkan kualitas drama yang lebih baik, dengan tidak terpengaruh kepada kuantitas dari episodenya.


Calling for all K-Drama lovers, bagaimana menurut kalian?



40 views

©2020 copyright by DINADINC